ceritaku
http;//ceritaku.com
Antara Imajinasi Dan Realita
Tulisan ini aku tulis
setelah aku bisa menjadikan imajinasiku menjadi nyata. Imajinasi tidak hanya
sekedar bayangan, mimpi, ataupun khayalan. akan tetapi bisa menjadi nyata saat
kau benar benar berimajinasi disertai tindakan yang nyata. Saat itu sebelum aku
bisa mewujudkan imajinasiku, realitanya aku hanyalah seorang mahasiswa yang
biasa saja, tak pandai bergaul, punya teman hanya beberapa mungkin dua, tiga
sampai lima itupun hanya teman kuliah. Karena memang kepribadianku yang
introvert, tidak banyak bicara tapi sering mendengarkan. Terlepas dari itu aku
punya sebuah mimpi, aku bermimpi ingin bisa ke luar negeri, padahal realitanya
bahasa inggris aku pun jelek sekali, pernah tes toefl nilai tidak sampai 400,
jika dipikirkan sungguh terlalu, bahasa inggris aja gak bisa, kok mau ke luar
negeri. Terlintas dibenakku seperti itu.
Dan kehidupanku tidak
seindah kisah cinta di televisi, tak seenak orang kaya di luar sana yang bisa
kemana saja pakai uang. Kehidupanku hanyalah seorang anak kosan yang menunggu
kiriman datang setiap bulan, makan hanya pakai lauk tempe dan tahu kadang pakai
telur dan mie instan, apalagi kalau tidak ada duit sama sekali hanya pakai
sambel terasi saja sampai kiriman pun datang. Tapi aku tidak sedih, aku sadar
hidup didunia ini hanyalah sementara saja, bersyukur adalah hal terpenting yang
harus dilakukan, karena dengan bersyukur hidup akan lebih tentram dan nyaman, karena
masih ada orang yang bahkan tidak bisa makan sama sekali. Aku pun tidak
sendiri, masih ada teman, dan orang tua yang menyamangati.
Kembali lagi dengan
imajinasiku yang bermimpi untuk ke luar negeri, saat itu tidak sengaja aku
mendaftar sebuah program ke luar negeri lewat link yang ada di instagram, yah
kebetulan hp aku sudah android, hehe.. akhirnya aku mencoba untuk mendaftar. Hanya
disuruh mengisi pertanyaan yang diajukan di link tersebut dengan menggunakan
bahasa inggris, karena tidak pandai berbahasa inggris akhirnya aku pun memakai
cara cepat yaitu translate google.
Setelah itu klik submit,
sudah deh pendaftrannya selesai. Tinggal tunggu pengumuman saja. Setelah dua
minggu baru ada pengumuman dan aku cek email. Dan ternytaa aku dinyatakan
lolos, Alhamdulillah.
Tetapi,aku bingung
karena ini adalah program yang self funded, atau biaya sendiri. Aku bingung
sekali rasanya. Aku pun mencoba memberitahu kedua orang tuaku dulu diizinkan
atau tidak, akhirnya mereka membolehkannya, katanya uangnya nanti dicarikan.
Walaupun begitu, aku mencoba untuk mencari sponsor dikampus dan di luar kampus,
dan alhmdulillah kampus memberikannya walaupun tidak semuanya. Dari luar aku
sama sekali tidak mendapatkannya, aku berpikir kembali akankah aku bisa ke luar
negeri. Tinggal orangtuaku harapanku. Aku tidak memaksakan, jika memang tak ada
uang aku terpaksa harus merelakannya untuk tidak jadi berangkat. Dan ternyata
setelah menunggu, berdoa, meminta pendapat teman teman yang lain, akhirnya aku
tetap jadi berangkat, karena kedua orang tuaku mencarikannya. Alhamdulillah aku
tidak menyangka akan pergi ke luar negeri, waktu itu masih keberuntungan aku,
karena bukan daerah yang mayoritas berbahasa inggris, karena Negara itu adalah
Negara Malaysia, jadi masih bisa memakai bahasa Indonesia.
Setelah kembali dari
sana aku mempunyai mimpi harus bisa bahasa inggris, dan imajinasiku saat ini
adalah lagi jalan jalan di Jepang, wkwkwk, banyak sekali kesan2 selama di
Malaysia, tunggu cerita selanjutnya........
Sampai jumpa lagi....
By: yukiaiko
hmm
BalasHapus